Kanker Perut - Kurosawa Kiku

English | Bahasa Indonesia


Kurosawa Kiku Jepang 78 tahun

Pada November 1995, ibuku mengeluh kalau bangun pagi selalu pusing. “ Saya terasa mau pingsan kalau saya langsung berdiri.“ Gastrocopy ( menunjukan isi perut melalui endoscope mulut ) menunjukan kanker perut menyerang lagi. Karena usia lanjutnya, dokter tidak menganjurkan kemoterapi, takut badannya tidak sanggup menerima efek samping yang akan terjadi. Akhirnya dia menganjurkan beberapa obat tradisional Cina. Sangat disayangkan, kesehatannya masih tidak sebaik yang diperkirakan.

Kemudian pada Februari 1996, kakak saya yang bekerja di Taiwan bawa pulang Tien Hsien Liquid, obat antikanker yang dikatakan sangat efektif. Ibu mulai minum ramuan tersebut. Sangat mengagetkan, Hasil CEA pada bulan Maret 2.0 menjadi 1.6 pada bulan Mei. Pada Agustus, Kami kira ibu telah sembuh total. Kemudian dia mulai berhenti minum ramuan tersebut. Hasilnya, dia terjangkiti radang usus dan mengalami demam tinggi 40 derajat Celsius. Ibu juga mengalami diare selama 3 hari. Kami merujuknya kembali ke rumah sakit dan dia rawat inap selama satu bulan. Dia diare lagi tetapi CEA kembali menjadi 2.7.

Akhirnya Januari 1997, dia mulai lagi minum Tien Hsien Liquid setiap hari sampai pada bulan Oktober CEA turun menjadi 1.4 dan tetap terkontrol.

Sekarang ibuku tidak merasakan kesakitan lagi. Walaupun secara fisik dia lemah, tapi selera makannya baik dan dia dapat merasakan makanan yang lezat.