Liver Turgescence - Okada Yuki

Meyelamatkan anak saya dari Liver Turgescence

Pada tanggal 19 Desember 1994, putra saya Yuki lahir dengan berat badan 3,1 Kg. Tiga tahun kemudian, Yuki dengan bahagia merayakan ulang tahun ke-tiga-nya. Sebelumnya, dia sehat bahkan tidak pernah demam. Setelah satu bulan merayakan ulang tahunnya, adiknya lahir, dan mulai saat itu Yuki mulai sakit sejak menjadi kakak bagi adiknya.

Yuki mulai sakit pada Januari 1998. Yuki sering demam tanpa diketahui sebabnya. Pada saat itu, saya kira dia hanya demam biasa sehingga saya membawanya ke klinik yang terdekat. Dokter juga mengatakan hal yang sama hanya demam biasa dan memberikan resep beberapa obat untuk diminumnya. Tetapi, Yuki masih terserang demam setelah minum obat tersebut beberapa hari.

Yuki terserang demam akut selama dua minggu dan selama itu, dia sering berkata: “saya merasa sangat lemas. Saya sangat capek”. Suami saya dan saya curiga bahwa ada yang tidak normal. Pada bulan Maret, Kami memutuskan untuk pergi kerumah sakit yang lebih besar dan membawa yuki ke klinik dokter anak.

Dokter dengan segera melihat daerah perut Yuki, dia mengatakan ada yang tidak normal sehingga dia meminta Yuki untuk menjalani pemeriksaan CT. Sangat mengagetkan Kami, ukuran hati Yuki 3 kali lebih besar dari ukuran normal. Sebagai orang awam dapat mengartikan di hatinya ada tumor yang ukurannya besar.

Dokter memberitahukan Yuki mengidap “ liver turgescence”. Dia mengatakan pada saya bahwa Kami seharusnya sudah bisa memperkirakan mulai sekarang harus menjalani pengobatan jangka panjang, dan apapun yang akan terjadi Kami harus siap mental dan menghadapi semuanya. Setelah mendengar apa yang dikatakan, pikiran saya jadi kosong. Akan tetapi, saya masih belum mengerti semuanya sehingga Kami pindah ke rumah sakit swasta yang terkenal.

Pada situasi seperti ini, saya tidak bisa melakukan apa-apa selain mengikuti petunjuk dari dokter. Saya memperkirakan pasti merupakan pengobatan yang sulit dan memerlukan waktu yang lama. Tiga bulan yang lalu, putra saya merayakan ulang tahun dalam keadaan sehat tetapi diberitahukan dia mengidap liver turgescence tidak lama kemudian. Kenapa dia harus menghadapi ketidak beruntungan ini dan kesengsaraan seperti ini? Kenapa anak Saya menderita seperti ini? Saya benci pada tuhan.

Pengobatan untuk liver turgescence mencakup satu paket kemoterapi setiap bulan, dimana Yuki harus menjalani kemoterapi setiap beberapa hari. Karena efek dari kemoterapi yang sangat keras, Yuki menjadi kurus dan semakin kurus. Emosinya semakin tidak stabil dan tidak bisa minum cairan apapun. Jika dia minum sedikit air, dia akan memuntahkan semuanya. Selama seharian penuh, dia hanya mengandalkan minuman nutrisi untuk menopang hidupnya.

Kurang lebih setelah satu minggu setelah kemoterapi, jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan masa pembekuan darahnya mengalami penurunan; dia dimasukan keruang isolasi dimana dia hanya bisa menggunakan barang-barang yang sudah di sterilkan. Saputangan, mainan, dan semua jenis makanan harus disterilkan sebelum digunakan. Bahkan ketika saya mengunjunginya, saya diharuskan menggunakan topi, baju dan masker pernafasan. Yuki hanya anak kecil yang baru berumur tiga tahun. Saya tidak bisa menerima kenapa anak yang baru berumur tiga tahun mengalami penderitaan seperti ini?

Walaupun masih sangat kecil, dia kelihatan mengerti akan keadaannya sendiri. Saya sangat sakit hati setiap kali melihat penderitaannya. Akan tetapi, Yuki melawan penyakitnya dengan berani seperti orangtuanya, Kami seharusnya tidak patah semangat dan merasa pesimis. Kami harus bertarung bersama anak Kami dan bersikap optimis alam menghadapi setiap tantangan.

Selama Lima bulan menjalani pengobatan, Yuki rata-rata menerima 5 kali kemoterapi setiap bulannya. Sebagai hasilnya, jumlah AFP sewaktu masuk ke rumah sakit 280 turun 30 setelah paket kemoterapinya berakhir sehingga dia menjalani operasi.

Yuki tidak diperbolehkan keluar dari rumah sakit selama masa pengobatannya. Tiga hari sebelum operasinya dilakukan, akhirnya dia diperbolehkan keluar dan pulang kerumah.

Dikarenakan putra keduaku lama tidak bertemu dengan Yuki cukup lama, dia takut dan menangis ketika melihat kakaknya yang botak kepalanya dikarenakan efek samping dari kemoterapi. Selain itu, Yuki juga sangat kurus dan tidak kelihatan seperti berumur tiga tahun. Walaupun mereka kakak-adik, mereka tinggalnya berlainan tempat. Setiap hari, saya dan Yuki tinggal dirumah sakit sedangkan suami saya harus menjalani usahanya. Selain itu dia juga mengurus adik Yuki. Kami akhirnya menitipkan adik Yuki di rumah kakek dan neneknya. Demi kesembuhan Yuki, semua keluarga Kami mencoba yang terbaik untuk menghadapi kesulitan ini.

Operasi dilakukan pada tanggal 29 Juli. Keluarga saya dan saudara semuanya berkumpul untuk berdoa bersama dirumahku. Mungkin dikarenakan doa semua orang, operasi yang dilakukan selama lima jam berlangsung dengan sukses. Walaupun operasi ini tergolong besar, tumornya tidak bisa diangkat semua. Oleh karena itu, kurang dari dua minggu setelah operasi, pada tanggal 10 Agustus, Yuki menjalani kemoterapi lagi untuk mengontrol tumor yang tersisa. Tetapi, hasilnya tidak menggembirakan seperti yang kami perkirakan.

Yang mengembirakan adalah daya tahan tubuhnya yang kuat. Dua bulan setelah menjalani operasi, hatinya kembali bengkak ke ukuran semula sebelum dioperasi. Dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi lagi untuk mengangkat sisa tumornya. Dokter hanya berkata:” sampai sekarang, Kami tidak pernah mengalami kasus harus melakukan operasi yang sama sebanyak dua kali pada pasien yang sama dalam waktu yang sangat dekat”. Meskipun demikian, saya memutuskan Yuki menjalani operasi dan saya berkata pada dokter: ”anak saya menjalani kehidupannya banyak menghadapi kesulitan. Saya percaya dan menyerahkan semuanya pada dokter.”

Pada 14 Oktober, Yuki menjalani operasi untuk kedua kalinya. Dibanding dengan yang pertama kali, walaupun kali ini pengangkatannya hanya kecil bagiannya, dikarenakan berdekatan dengan pembuluh darah besar, sehingga kali ini lebih beresiko. Dokter berkata Sisa tumornya berhasil diangkat, Yuki benar-benar diberkati.

Walaupun operasinya berhasil, itu bukan akhir dari semuanya. Dokter mengatakan pada Kami: “Akhirnya, Yuki harus menjalani kemoterapi lagi dalam 5 hari ini”. Kami diberitahukan bahwa therapi kali ini lebih keras dari sebelumnya.

Tiga hari setelah kemoterapi, Yuki dimasukan keruangan isolasi dimana perlengkapannya harus disterilkan. Tiga hari kemudian setelah selesai kemoterapi, dokter menggunakan sel induk yang diambil dari tubuh Yuki untuk melanjutkan transplantasi sel darahnya. Satu minggu setelah selesai kemoterapi, sel darah putihnya turun menjadi nol. Jika tidak beruntung bisa terserang infeksi, kalau itu terjadi semua pengobatan yang dijalani selama ini akan menjadi sia-sia. Sedikit kelalaianpun tidak boleh terjadi. Yang ada dipikiran saya dan Yuki adalah setiap hari mungkin merupakan hari terakhirnya.

Setelah menjalani semua pengobatan yang menyakitkan, Yuki merayakan ulang tahun ke empatnya di rumah sakit. Setelah beberapa minggu, Yuki diperbolehkan pulang akan tetapi harus rutin ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

Akan tetapi, penyakitnya belum sembuh. Setelah satu tahun keluar dari rumah sakit, penyakitnya kambuh kembali. Dikarenakan tidak ada pengobatan yang pasti untuk mengobati sakitnya, Kami tidak ada pilihan lain hanya bisa menempuh cara pengobatan sebelumnya.

Pada tanggal 7 Agustus 2000, Yuki yang berusia lima tahun menjalani operasi ke-tiga kalinya. Tiga bulan setelah operasi, indikasi angka AFP menunjukan peningkatan. Yuki mulai sekolah di TK, saya tidak tahu penderitaan apalagi yang dia harus dihadapinya. “Liver turgescence” adalah nama jenis kanker dimana berapa kali operasi yang telah kamu jalani, akan kambuh lagi dalam waktu yang sangat singkat. Dan tidak ada yang tahu kapan selnya akan menyebar. Saya menyadari saya harus melakukan sesuatu untuk membantu putra saya selain hanya menjalani pengobatan obat kimia, sehingga saya berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya.

Pada saat saya hampir putus asa, saya mendapat informasi tentang Tien Hsien Liquid. Yuki mulai minum Tien Hsien Liquid pada bulan Januari 2001. Awalnya saya tidak terlalu banyak berharap. Sangat mengagumkan, setelah minum Tien Hsien Liquid Yuki mengalami banyak kemajuan. Sebelumnya, Yuki tidak ada selera makan, tapi sekarang, dia sudah mulai memanggil saya berkata” bu, saya lapar. Ada yang makanan yang bisa saya makan? Saya mau lagi”. Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya!

Sebelumnya, indikasi AFP nya naik dua kali lipat setiap bulan, tetapi pada pemeriksaan di bulan Februari, indikasi kenaikan AFP nya mulai melamban. Jumlah sel darahnya juga meningkat. Yuki sekarang sangat berbeda dibandingkan dulu.

Saya jadi sangat yakin dengan Tien Hsien Liquid. Pada bulan Maret dan April, indikasi AFP nya turun menjadi 1.3 dan 1.2. dibandingkan dengan sebelumnya, kondisinya bertambah baik. Sebelumnya dia sering pilek dan demam, sekarang dia mulai sehat.

Sekarang Yuki kelas satu SD. Dia tidak pernah absen seharipun dari jadwal sekolahnya. Pada pemeriksaan tahun ke enam, indikasi AFP nya turun mendekati normal dan sel darahnya mengalami peningkatan.

Saya selalu berdoa agar Yuki bisa sembuh dengan cepat dan sel tumornya hilang. Saya memberinya Tien Hsien Liquid setiap hari.

Setelah saya mengenal Tien Hsien Liquid, saya akhirnya menemukan harapan pasti. Ini terlihat dari kesehatan Yuki yang makin sehat dari sebelumnya. Pengobatan kimia memang bisa membantu akan tetapi kita perlu mengkombinasikan dengan pengobatan yang lain jangan hanya mengandalkan satu pengobatan saja.

Terakhir yang ingin saya sampaikan pada semua orang di dunia yang sedang bertarung melawan berbagai penyakit bahwa jangan putus asa. Dan saya dengan tulus mendoakan yang terbaik untuk semuanya.